“Oca”, Ojek Baca dari SMPN 12 Tanjab Timur

Tanjab Timur Jambi, – Seperti biasa siswa SMPN 12 Tanjab Timur berkumpul di halaman sekolah untuk membaca buku. Namun, kali itu ada yang berbeda dari kegiatan literasi di sekolah tersebut. Ya, karena berkat kehadiran Oca. Oca disini ternyata bukan nama orang. Oca adalah singkatan dari ojek baca. Program baru dari SMPN 12 Tanjab Timur.

Sekolah yang berlokasi di jalan Kota Baru Geragai tersebut baru saja launching penggunaan Oca. Cara beroperasinya adalah dengan menaiki “Oca” dan yang pertama kali menggunakan Oca adalah Edi Santoso , ia dengan sungguh-sungguh menaiki “Oca”, sebuah sepeda khusus yang dibuat untuk membawa buku keliling sekolah untuk menawarkan buku bacaan kepada siswa, guru, dan staf sekolah.

Di depan sepeda tersebut, ada kotak buku bertuliskan “Ojek Baca”, dan di belakang juga dibuat kotak untuk menaruh buku bacaan, sehingga siapapun yang ingin membaca buku bisa mengambil di kotak belakang maupun depan.

“Oca – oca,” terdengar suara Edi menawarkan buku, sambil berkeliling mengayuh sepeda, ia terus menyampaikan pesan kepada teman sekolahnya untuk membaca buku.

Baju pramuka yang dikenakannya menandakan ia aktif di ekstra kurikuler pramuka. “Ya, maknanya adalah kita aktif dimanapun, tapi tetap harus rajin baca buku,” imbuhnya.

Setelah Edi berkeliling beberapa meter, terlihat siswa mulai dari kelas VII sampai IX memanggil-manggil “Oca-oca,” mereka tampak antusias dan berebut mengambil buku. Dari Beberapa anak juga terlihat sibuk memilih kotak sepeda yang di depan.

Setelah itu mereka memilih membaca buku di taman baca, di halaman sekolah, di teras kelas dan dimanapun mereka suka membaca.

“Senang, unik Ocanya, bisa memilih buku bacaan langsung yang dijajakan,” ungkap Wistyo Sanggam Rifa’I, siswa kelas IXA.

Program cinta buku dan taman baca

Anita Sriyuanti, mengaku mulai mencintai dunia literasi sejak dulu, apalagi sejak sekolahnya menjadi mitra Program PINTAR Tanoto Foundation.

“Program PINTAR Tanoto Foundation yang meliputi pembelajaran aktif, budaya baca, manajemen berbasis sekolah, dan melibatkan peran serta masyarakat, salah satunya menumbuhkan warga sekolah untuk cinta buku,” ujarnya.

Anita beralasan mengapa pihaknya mendekatkan buku kepada siswa, bahwa pihaknya ingin terus mengampanyekan budaya membaca. “Saya meyakini bahwa pengetahuan dan pendidikan bisa mengubah hidup seseorang. Salah satunya dari membaca buku,” ucapnya, Selasa, (10/3/2020).

Kecintaan Anita terhadap membaca buku, akhirnya ia membuat program cinta buku dan taman baca. Sedikit demi sedikit, ia berhasil meyakinkan guru dan orangtua yang tergabung dalam paguyuban orangtua siswa untuk mendukung buku bacaan siswa.

“Saya ingat dulu anak-anak, kesulitan mendapatkan buku berkualitas, kini dengan dukungan orangtua dan guru, anak-anak bisa membaca beragam buku berkualitas,” imbuhnya.

Pada unjuk karya praktik baik tersebut juga dihadiri oleh masyarakat sekitar dan paguyuban orangtua siswa, mereka membaca buku, dan beberapa diantaranya mendonasikan buku bacaan untuk sekolah.

Saat ini, ada sekitar 7.000 koleksi buku bacaan yang dimiliki oleh SMPN 12 Tanjab Timur. Selain itu, Anita juga akan terus mengampanyekan membaca buku kepada siswa baru.

“Biasanya alumni ada yang suka menyumbang buku, dan buku-buku baru tersebut juga akan kita supply untuk ketersediaan bacaan bagi siswa baru,” pungkasnya.

Melahirkan penulis buku

Berkat program baca buku yang terus berkembang di SMPN 12 Tanjab Timur, kini banyak guru dan siswa yang menjadi penulis buku. Mereka mengaku dengan membaca buku membawa pengaruh dalam penulisan buku.

“Salah satunya melalui gerakan literasi sekolah, apalagi saat ini ada program Oca, tentu sangat positif, karena mengajak anak-anak untuk membaca dengan mendatangi mereka, yang malas atau tidak sempat ke perpustakaan. Pada jam istirahat setelah anak-anak ke kantin kemudian mereka duduk-duduk, lalu oca menghampiri agar waktu luang anak-anak diisi dengan membaca buku yang ringan dan menarik,” ujar Adde Irma Yusri.

Pada kegiatan tersebut juga sekaligus launching dua buah buku hasil karya warga SMPN 12 Tanjab Timur, baik buku yang ditulis oleh guru maupun oleh siswa.

Adde Irma Yusri juga menyerahkan kepada sekolah buku antologinya yang berjudul “First love, perjuangan ibu tunggal, romansa sekeping hati”. Buku tersebut ia tulis bersama penulis lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ya senang saja menulis, akhirnya siswa juga ada yang menulis,” tambah Adde, panggilan akrabnya.

Selain guru, ternyata siswa di sekolah ini juga sudah menghasilkan buku, seperti yang ditulis Vidia sari, siswi tersebut menulis buku berjudul segenggam cinta untuk ibu, ia mengaku terinspirasi dengan buku buku yang ia baca di perpustakaan maupun taman baca.

“Semoga kedepan semakin banyak koleksi bukunya,” harap Vidia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *