Sehari Bersama LiSa: Best Practice ‘Modis Pisan’ di SDN 131 Kota Jambi

Sehari Bersama LiSa: Best Practice ‘Modis Pisan’ di SDN 131 Kota Jambi

oleh: Sonya Olyvia, S.Pd., M.Pd.

PTP Ahli Muda LPMP Provinsi Jambi

Modis Pisan (Mobil Pendidikan Semua Pintar Sains) adalah program besutan PPPPTK (P4TK) IPA Jawa Barat yang sebagaimana dikutip dari laman resmi P4TK IPA merupakan pengembangan dari Mobil Bioskop Keliling yang merupakan sebuah layanan bagi masyarakat umum untuk mengenalkan konsep sains dalam bentuk demonstrasi sains dan pemutaran film pendidikan (video dan film).Di tengah kondisi pandemi yang masih melanda, P4TK IPA tetap konsisten untuk dapat mendiseminasikan program modis pisan kepada para pihak yang berkepentingan di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan Diseminasi Konten Penguatan Literasi Sains melalui Inovasi Layanan Modis Pisan, pada tanggal 2 s.d 4 Desember 2020 di. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, maka guru dan widyaiswara yang diundang diminta melaksanakan Diseminasi Modis Pisan di sekolah masing-masing. Untuk Provinsi Jambi, diwakili oleh SDN 131 Kota Jambi, SMPN 5 Kota Jambi, dan SMAN 1 Kerinci.

Untuk SDN 131 Kota Jambi, kegiatan diseminasi yang dilakukan mengusung tema Sehari Bersama LiSa (Literasi Sains). Tema ini dipilih karena di masa revolusi industri 4.0 literasi sangatlah penting. Diharapkan dengan literasi, peserta didik bisa meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis dengan mengamati fenomena yang ada di sekitar mereka, sesuai dengan tujuan percobaan sains yang dilakukan untuk memperkenalkan fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Desember 2020 lalu di sekolah yang beralamat di Jalan Kapt. A. Khatib RT.14 Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi ini. Kegiatan dipandu oleh guru IPA SDN 131 Kota Jambi, Nurfaidah, S.Pd.SD. dan didampingi oleh Widyaiswara Yetty Fatri Dewi, M.Pd., serta dibantu tim teknis yang terdiri dari 2 orang Pengembang Teknologi Pembelajaran LPMP Provinsi Jambi. Tidak ketinggalan, tim monev dari P4TK IPA Bandung ikut memonitor keberlangsungan kegiatan pada hari itu. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih 30 orang siswa kelas 5 dengan tetap sesuai mengikuti protokol Kesehatan.

Kembali ke tujuan kegiatan yaitu menghadirkan pengalaman berkenalan dengan berbagai konsep sains dengan cara yang menarik dan menyenangkan dimana saja, kapan saja, dan untuk semua. Maka P4TK IPA telah memfasilitasi alat peraga dengan cara mengirimkan langsung sejumlah alat peraga kepada guru melalui LPMP. Selain alat peraga, ada banyak suvenir yang dipersiapkan seperti pin, gantungan kunci, kaca pembesar, buku agenda, hingga tas besar dengan logo P4TK IPA. Idealnya, diseminasi modis pisan dilaksanakan pada lokasi terbuka (outdoor) dengan memanfaatkan mobil pintar yang ada di LPMP. Kegiatan ini pun selain bersifat luring juga diharapkan sekaligus daring melalui live streaming youtube. Namun dikarenakan sejumlah keterbatasan termasuk situasi pandemi maka kegiatan dilaksanakan di ruang kelas (indoor) saja.

Kegiatan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB. Kelas dibuka oleh Ibu Nurfaidah (Nufa) yang sudah mendapatkan pembekalan mengenai kegiatan ini langsung di Bandung didampingi oleh Ibu Yetty. Sebelum acara dimulai, siswa diatur untuk bisa duduk di ruangan kelas yang sudah digelar tikar sehingga suasana lebih santai. Diawali dengan percobaan yang menantang peserta didik untuk memasukkan air melalui corong ke dalam botol kosong. Sesi ini mengundang keriuhan dan keingintahuan siswa. Awalnya air masuk dengan mudah ke botol kosong, namun ketika dilakukan percobaan pada botol lain yang tutup botolnya dilubangi seukuran corong dan telah dilem dengan kuat sehingga udara tidak bisa masuk maka air pun tersendat masuknya. Sejumlah siswa yang cukup berani mengambil tantangan tersebut dengan cara menggunakan sedotan/pipet yang dimasukkan ke dalam botol ketika memasukkan air. Saat air berhasil mengalir masuk ke dalam botol, mereka bersorak gembira. Demo pun diselingi tanya jawab dari Ibu Nufa dan Ibu Yetty, dan bagi beberapa orang yang beruntung mendapatkan suvenir dari P4TK IPA.

Percobaan berikutnya adalah demo meniup lilin berpasangan. Namun, meniup lilin kali ini bukan dengan mulut seperti biasa melainkan dengan alat peraga yang sudah disediakan. Alat tersebut merupakan rangkaian dari botol air mineral kosong berukuran besar yang diberi penyangga. Bagian bawah botol telah dipotong dan harus ditutup dengan balon yang kemudian diikat karet gelang. Ini merupakan proses yang harus dilakukan dengan cara bekerjasama dengan sesama siswa. Proses memasangkan balon tidak pelak menimbulkan keriuhan dan kegembiraan karena tidak jarang ketika balon sudah terpasang dengan baik tidak lama karetnya malah lepas sendiri sehingga harus diulang dari awal. Selanjutnya, botol direbahkan, dan beberapa sentimeter dari mulut botol diberikan lilin yang menyala. Yang harus dilakukan para siswa adalah memukul bagian bawah botol yang telah ditutupi balon dengan pemukul yang juga telah disediakan. Seperti halnya percobaan pertama, siswa pun ditantang mencari tahu bagaimana efek pukulan terhadap nyala lilin yang ada di hadapan mulut botol serta alasannya. Ini merupakan salah satu bagian terseru, karena beberapa kali percobaan oleh siswa yang berani untuk tampil di depan dengan alat peraga masing-masing, mereka gagal memadamkan nyala lilin. Sementara ketika narasumber langsung yang melakukan maka api pada lilin langsung padam hanya dalam sekali pukulan. Siswa lantas diminta menyusun dugaan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Setelah melakukan praktik uji coba berulang kali memadamkan nyala api secara bersama-sama, di akhir sesi siswa diminta memberikan kesimpulan tentang apa yang mereka pelajari hari ini.

Secara keseluruhan, apabila diamati akan tampak jelas bahwa kegiatan Sehari Bersama Lisa ini menggunakan model pembelajaran Discovery (Discovery Learning). Discovery Learning adalah model pembelajaran yang dikembangkan pertama kali oleh Jerome Bruner pada tahun 1915. Bruner menganggap bahwa belajar penemuan (Discovery Learning) sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Bruner menyarankan agar siswa hendaknya belajar melalui berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan konsep dan prinsip itu sendiri (Mubarok & Sulistyo, 2014).

Penerapan Model pembelajaran Discovery memang kerap ditemukan pada pembelajaran sains seperti pada kegiatan ini. Menurut Sinambela, dalam (Yuliana, 2017) secara singkat langkah-langkah Pelaksanaan Pembelajaran Discovery learning adalah: 1) Stimulation (pemberian rangsangan); 2) Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah); 3) Data collection (Pengumpulan Data); 4) Data processing (Pengolahan Data); 5) Verification (Pembuktian); 6) Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi). Bagi sebagian siswa, konsep sains terasa rumit dan tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan pembelajaran sains membutuhkan penguasaan konsep yang membutuhkan pembuktian serta pengaplikasian. Namun, dengan adanya stimulasi yang tepat dari guru maka rasa ingin tahu siswa pun tergelitik sehingga ia tertantang untuk mengungkapkannya. Idealnya suatu pembelajaran sains memang harus melibatkan siswa secara aktif saat melakukan observasi dan eksperimen/praktik sebelum akhirnya menarik kesimpulan. Keterlibatan tersebut tentunya bertujuan agar siswa terbiasa untuk dapat memecahkan masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan sains. Bagi sebagian guru, mengajarkan sains hingga siswa benar-benar paham mungkin tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun bila menemukan cara yang tepat dan menyenangkan maka baik siswa dan guru akan sama-sama menikmati prosesnya. Sehari Bersama LiSa adalah salah satu bukti bahwa pembelajaran sains bisa jadi sangat menyenangkan dan menjadi agenda yang dinanti-nanti selanjutnya oleh para siswa. Rekaman kegiatan Sehari Bersama LiSa di SDN 131 Kota Jambi juga dapat disaksikan melalui Youtube di: https://www.youtube.com/watch?v=vRxmROudR0o

Referensi:

p4tkipa.kemdikbud.go.id. (2019, 26 September). PPPPTK IPA Kembali Menghadirkan Layanan Modis Pisan. Diakses pada 1 Februari 2021, dari https://p4tkipa.kemdikbud.go.id/berita/detail/pppptk-ipa-kembali-menghadirkan-layanan-modis-pisan

Mubarok, C., & Sulistyo, E. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X TAV pada Standar Kompetensi Melakukan Instalasi Sound System di SMK Negeri 2 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro3(2), 216.

Yuliana, N. (2018). Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1), 22.

One thought on “Sehari Bersama LiSa: Best Practice ‘Modis Pisan’ di SDN 131 Kota Jambi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *