Belajar dengan Instagram: Why Not?

oleh: Sonya Olyvia, S.Pd., M.Pd.

PTP Ahli Muda LPMP Provinsi Jambi

        Masa pandemi masih berlangsung dan belum ada kepastian hingga kapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)masih akan diberlakukan oleh sebagian besar pendidik di sekolah-sekolah. Kondisi saat ini telah memaksa baik pendidik maupun siswa untuk dapat berakselerasi dengan kemajuan teknologi yang diterapkan dalam PJJ. Tak pelak, kebijakan untuk terus melaksanakan PJJ tidak pernah lepas dari pro dan kontra. Ada banyak tantangan dalam PJJ yang umumnya berwujud pembelajaran daring. Selain masalah teknis seperti gadget yang tidak memadai ataupun keterbatasan akses internet, keluhan sebagian besar siswa adalah kejenuhan mereka karena terus menerus di rumah dan hanya diberikan materi yang bersifat monoton.Padahal di era revolusi industri 4.0 ini ada banyak sumber belajar yang bisa dimanfaatkan. Platform media sosial adalah salah satunya. Jauh sebelum pandemi menghantam, sudah banyak pihak yang mulai memanfaatkan media sosial sebagai platform pembelajaran yang ringan dan menyenangkan.Tentunya, ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sekolah sebagai institusi pendidikan primer, namun belajar melalui media sosial bisa menjadi salah satu sarana pendukung, terlebih di masa pandemi yang rentan dengan kebosanan. Kemeriahan media sosial jelas menawarkan sesuatu yang diharapkan mampu meredakan hal tersebut.

Salah satu dari sejumlah media sosial yang popular adalah Instagram. Siapa yang tidak kenal Instagram? Diluncurkan sejak 2013, Instagram telah menjadi salah satu media sosial terbesar dan terpopuler di masa kini. Sehingga, tak bisa dipungkiri, pengguna platform ini kebanyakan adalah kelompok remaja muda, terutama bila dibandingkan dengan seniornya, Facebook, yang jauh lebih beragam dari segi umur dan profesi. Penggunaan Instagram juga telah menunjukkan kenaikan yang signifikan di tahun-tahun terakhir. Dikutip dari Digital Information World, di tahun 2019 tingkat keterlibatan (engagement) sebuah postingan Instagram mencapai lima kali lebih besar ketimbang di Facebook.Selain popularitas, Instagram juga mendukung eksistensi yang merupakan salah satu poin penting di kalangan Generasi Z maupun Alpha. Salah satu cara tercepat dan termudah adalah mengaktualisasikan diri di media sosial.

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *