PEMANFAATAN HYPERMEDIA PEMBELAJARAN MELALUI MICROSOFT SWAY

Oleh

Rosi Purwanti, ST

PTP Ahli Muda LPMP Provinsi Jambi 

Tahukah Anda, apa itu Hypermedia?

Hypertext pertama kali diperkenalkan oleh Vannevar Bush, Juli 1945, pada artikel berjudul“As We May Think”. Bush mengemukakan akan adanya luapan informasi, perlu dibuat piranti yang memungkinkan acuan silang dalam dokumen dan antar dokumen, dan usulan piranti eksplorasi informasi yang diberi nama Memex.

Istilah Hypermedia merupakan istilah yang diciptakan oleh Ted Nelson.Hypermedia adalah lanjutan dari istilah hypertext, media yang tidak hanya memuat text saja namun juga foto, audio dan video serta grafik komputer yang berhubungan dengan topik tertentu.

Menurut Nelson pada tahun 1974 hypertext menggambarkan “dokumen nonsequential” yang terdiri dari teks, audio, dan informasi visual yang disimpan dalam sebuah komputer yang digunakan sebagai media penghubung dan penjelas sebuah informasi kedalam jaringan yang lebih besar atau web. Tujuan dari hyperteks adala huntuk melibatkan informasi yang bertekstur dimana kata, suara, dan animasi atau gambar bergerak dapat dihubungkan dengan beragam cara agar pengguna merasa bahwa karakteristik paralel hypertext bersifat asosiatif sehingga dapat membuat web sebagai kegiatan pendidikan yang kreatif.

Sumbergambar:https://www.bccfalna.com/what-is-hypertext-and-hypermedia/

Gambar 1.What is Hypertext and Hypermedia

Tanoto Foundation Luncurkan e-PINTAR Pelatihan Guru Berbasis Digital

Jambi – Untuk mendorong pengembangan kapasitas dan kualitas sekolah secara berkelanjutan, program PINTAR Tanoto Foundation meluncurkan program pelatihan berbasis digital Learning Management System (LMS) yang diberi nama e-PINTAR, Rabu, (7/4/2021).

Keunggulan program ini, para guru dari seluruh Indonesia dapat berlatih secara mandiri mengembangkan pembelajaran aktif dalam pembelajaran tatap maya atau tatap muka melalui platform LMS pintartanoto.id . Peserta dalam kelompok-kelompok juga difasilitasi mengikuti pelatihan daring yang didampingi fasilitator pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

Untuk tahun ini, pelatihan daring bisa diikuti oleh individu guru melalui pendaftaran terbuka dan kelompok belajar guru melalui undangan. Angkatan pertama pelatihan e-PINTAR akan dilaksanakan pada April 2021 yang diikuti sekitar 800 peserta. Tanoto Foundation juga sudah menyiapkan 60 fasilitator yang akan mendampingi peserta.

Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menyebut pandemi semakin mempercepat penggunaan teknologi untuk kemajuan pendidikan. “Tanoto Foundation ingin memanfaatkan daya ungkit teknologi untuk bisa menjangkau guru-guru di luar daerah binaan kami agar bisa menerima pelatihan praktikal untuk pembelajaran,” kata Ari.