Minecraft Education Edition: Keseruan Bermain Sambil Belajar

       Pembelajaran berbasis game menjadi semakin alat pembelajaran populer setiap tahunnya, terlebih di masa pandemi yang lebih banyak bersifat daring. Minecraft: Education Edition merupakan sebuah terobosan dalam dunia pembelajaran berformat simulasi. Dalam dunia pembelajaran, metode simulasi game seperti yang diusung Minecraft: Education Edition memang bukanhal baru. Menurut Smaldino et. al (2005) simulasi permainan menggabungkan atribut dari simulasi (role playing, sebuah model realita) dengan atribut permainan (bekerja keras mencapai sebuah tujuan, peraturan tertentu). Siswa belajar dalam lingkungan yang disimulasikan dan dengan demikian ia akan belajar mengenai lingkungan tersebut dari dalamnya. Pemanfaatan simulasi permainan tentunya tidak lepas dari peran besar kemajuan teknologi komputer dan internet. Pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran menjadi satu poin penting lahirnya aplikasi game seperti Minecraft.

Minecraft: Education Edition adalah sebuah platform pembelajaran berbasis permainan yang dapat mendorong kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam lingkungan yang impresif, di mana satu-satunya batasan adalah imajinasi. Di antara beberapa alasan menggunakan aplikasi ini dalam pembelajaran adalah:

  1. Meningkatkan keterampilan hidup seperti kreativitas, penyelesaian masalah, pengarahan diri dan kolaborasi
  2. Membantu keterampilan belajar di kelas mulai dari pembelajaran Bahasa, sejarah dan budaya, maupun sains
  3. Mengembangkan kemampuan berkarir di antaranya pengetahuan saintek dan social, soft skills, serta coding (pengkodean).

Sumber gambar: https://maribelajar.org

            Lantas di mana letak keseruan permainan yang satu ini? Kreator Minecraft sepertinya paham betul bahwa letak keseruan adalah pada tantangan. Game ini jelas menantang para pemainnya untuk menciptakan sendiri dunia virtual buatan mereka. Untuk membangun dunia pixel 3 dimensi kotak-kotak tersebut, para pemain bisa memanfaatkan sumber daya yang diberikan seperti kayu, batu, tanah, air, bahan tambang dan lain sebagainya. Pemain juga diberikan kebebasan untuk berada di mode bertahan hidup (survival), kreatif, dan adventure. Selain itu, terdapat 4 tingkat kesulitan yang bisa dipilih seperti game pada umumnya yaitu easy, normal, hard dan peaceful.Dengan tujuan untuk membangun dan mengeksplor, Minecraft jelas menantang kreativitas dan imajinasi pemain untuk terus meningkatkan performa dan tentunya untuk bertahan hidup.

            Minecraft: Education Edition sesuai tujuannya untuk pembelajaran, memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki di Minecraft edisi komersial. Fitur Multiplayer memungkinkan guru untuk melangsungkan pembelajaran dengan hingga 30 siswa bergabung dalam satu dunia. Fitur portofolio juga memudahkan siswa untuk mengumpulkan hasil karya yang telah mereka buat dalam bentuk foto yang bisa disimpan dan bisa dinilai oleh guru. Selanjutnya fitur Non Player Character (NPC) yaitu karakter yang bukan pemain, memungkinkan siswa untuk mendapatkan panduan/bimbingan/instruksi dalam melakukan proses pembelajaran di dalam satu dunia, tanpa harus bertanya bolak balik kepada guru. Dan selanjutnya adalah fitur profil yang hadir dalam berbagai beragam bentuk, tema dan keunikan masing-masing. Ini memudahkan guru untuk membedakan siswa satu dengan yang lain selain memberikan keunikan dan kebanggaan tersendiri bagi diri siswa.

Sumber gambar: Dokumen Pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *