Belajar Tak Lagi Menyeramkan di Masa Pandemi, Siswa di Jambi Belajar Jadi Graham Bell

LPMP,- Selama belajar dari rumah, guru harus menyajikan pembelajaran yang menarik, kreatif, literatif dan bermanfaat. Salah satunya dilakukan oleh Sri Wartini, guru SDN 131 Kota Jambi yang mengajak siswanya membuat telefon-telefonan dari alat dan bahan yang mudah di dapat selama belajar dari rumah.

“Idenya sederhana, bagaimana agar siswa betah belajar, selain itu PJJ yang diterapkan harus menerapkan pendekatan belajar aktif, salah satunya MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi) yang saya dapatkan dari pelatihan Program PINTAR Tanoto Foundation,” ujarnya.

Buat Telepon Sederhana

Baca Selengkapnya….

Belajar Bermakna Dari Rumah melalui Model Pembelajaran DaSi AsSi

Oleh

Yetty Fatri Dewi

Widyaiswara LPMP Jambi

Program belajar dari rumah merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Pandemik Covid-19. Program belajar dari rumah diberlakukan untuk menjaga peserta didik dari penularan virus corona. Program belajar dari rumah merupakan program belajar jarak jauh. Program belajar jarak jauh merupakan program belajar dimana siswa dan guru tidak melaksanakan proses pembelajaran di ruang kelas. Program belajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan tiga moda yaitu belajar dalam jaringan (Daring) atau online, belajar luar jaringan (Luring)/offline, dan belajar secara kombinasi (gabungan Daring dan Luring). Pembelajaran secara Daring maupun luring dapat dilakukan dengan dua metode yaitu secara Sinkron dan Asinkron.

Baca Selengkapnya….

Stakeholder Pendidikan Perlu Evaluasi Pelaksanaan PJJ, Peran Orang Tua Kunci Sukses Belajar di Rumah

Jambi – Menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ), pemangku kepentingan dari 5 kabupaten/kota mitra Program PINTAR Tanoto Foundation mengadakan diskusi virtual untuk memperoleh strategi kegiatan belajar mengajar selama pandemi Covid-19.

Diskusi tersebut bertujuan membagikan pengalaman praktik baik dari daerah dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun rencana ke depan selama Covid-19 masih berlangsung.

Agung Wihadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari mengatakan akan membuat surat edaran terkait kegiatan pembelajaran jarak jauh, termasuk di dalamnya akan mengatur supervisi selama PJJ berlangsung. Baca Selengkapnya….

PELAKSANAAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) DI PROVINSI JAMBI DALAM MASA DARURAT PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19)

PELAKSANAAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR)  DI PROVINSI JAMBI DALAM MASA DARURAT PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE

(COVID-19)

 Oleh

Yetty Fatri Dewi.S.Pd.M.Pd

Widyaiswara LPMP Jambi

Penyebaran Corona Virus Disease  (Covid-19) yang semakin meluas membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan berbagai kebijakan terkait dengan pelaksanaan pendidikan. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan  yaitu Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020. Salah satu isi dari surat edaran tersebut yaitu adanya pemberlakukan proses belajar dari rumah. Proses pembelajaran dari rumah dilakukan melalui pembelajaran dalam jaringan (Daring) /jarak jauh. Pelaksanaan pembelajaran Daring menuntut guru untuk kreatif menentukan aplikasi yang akan digunakan. Guru dapat menggunakan barbagai macam aplikasi pembelajaran Daring. Selain itu pemerintah juga telah memfasilitasi belajar dari rumah melalui live streaming TVRI untuk semua jenjang. Jadi tidak ada kata-kata bahwa siswa tidak belajar. Pemerintah juga tidak menentapkan sebuah cara yang harus digunakan dalam pelaksanaan belajar dari rumah. Guru bebas untuk menentukan cara yang akan digunakan yang tentunya dengan pertimbangan efektif dan efisien.

Baca Selengkapnya….

Dampak Covid-19, Guru di Jambi Saling Berbagi RPP Daring

Jambi – Dampak pandemi virus corona atau Covid-19, sejumlah guru di Provinsi Jambi menerapkan pembelajaran dengan cara daring atau dalam jaringan (online). Ada berbagai cara dilakukan oleh para guru, salah satunya dengan saling berbagi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) daring tersebut.

Hal inilah yang dilakukan oleh Restia Diah Utami, guru kelas awal SDN 81/X Pematang Rahim Tanjab Timur. Ia mengungkapkan bahwa setelah melakukan pembelajaran daring pihaknya ingin berbagi dengan guru – guru lain di seluruh Indonesia melalui website guruberbagi.kemdikbud.go.id.

”Hanya ingin berbagi kepedulian dengan rekan sejawat guru di seluruh Indonesia, bagaimana membuat RPP pembelajaran daring selama Covid-19 ini,” ujarnya.

Selain guru, beberapa fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation juga berbagi praktik baik penyebarluasan RPP untuk mendukung kemaksimalan pembelajaran daring yang dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah agar siswa tetap belajar sesuai dengan tingkatannya meskipun harus dilaksanakan di rumah.

”Sebagai guru, saya mendukung penyebarluasan RPP pembelajaran daring ini dan berbagi kepada rekan sejawat sesama guru karena siswa juga perlu terus belajar di rumah,” ujar Iranova Sembiring, guru SMPN 15 Tebo, Rabu, (29/4).

Selain itu, selama masa pandemi wabah Corona, guru harus mencari alternatif untuk melanjutkan pembelajaran di rumah. Salah satunya dengan pembelajaran melalui aplikasi zoom meeting dan lainnya. Setidaknya guru menyelenggarakan pembelajaran mandiri kepada siswanya.

“Selain harus memilih aplikasi pembelajaran daring yang tepat, pembelajaran harus menyenangkan bagi siswa agar mereka antusias terhadap pembelajaran di rumah. Guru pun masih melayani pertanyaan dari siswa hingga malam hari,” ungkap Isnaini, guru SDN 47 Kota Jambi.

Sementara itu, Medi Yusva, Provincial Coordinator Tanoto Foundation Jambi mengaku bangga terhadap kepedulian yang dilakukan para guru di Jambi untuk berbagi RPP kepada guru di seluruh Indonesia di tengah pandemi Covid-19 ini.

”Tanoto Foundation senantiasa berusaha berbuat dan mendorong semua pihak untuk berbagi praktik baik. Seiring dengan semangat tersebut, kami juga mendorong guru mitra berpartisipasi sharing RPP daring yang telah memasukkan salah satu pembelajaran aktif yaitu MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi),” ujarnya.

Pihaknya juga berharap dengan adanya sharing RPP daring tersebut membuat pembelajaran di rumah semakin berkualitas.

”Guru bisa saling belajar untuk mewujudkan pembelajaran jarak jauh yang berkualitas dan bermakna,” pungkasnya.