Belajar dengan Instagram: Why Not?

Secara keilmuan, pembelajaran menggunakan media sosial selaras dengan teori Social Learning oleh William Horton. Dalam penjelasannya, Horton (2012:399) menegaskan bahwa Social Learning adalah belajar melalui interaksi dengan komunitas ahli dan sesama pesertadidik. Komunikasi antara peserta bergantung pada media jejaring sosial seperti diskusi online,blogging, dan pesan teks. Interaksi juga bisa terjalin melalui konten-konten yang dihasilkan, misalnya peserta didik yang memproduksi slide show (presentasi) maupun wawancara. Setiap harinya Instagram menayangkan ratusan mungkin ribuan konten pembelajaran dalam yang dibuat oleh para kreator pendidik/pemilik akun-akun edukasi dari seluruh dunia. Diskusi yang berlangsung secara sinkron maupun asinkron antara penyedia konten maupun sesama pengikut mengenai materi pembelajaran yang diunggah cukup menawarkan keseruan meski mungkin belum mampu menyamai riuhnya diskusi langsung di kelas tradisional.

Lebih lanjut, media pembelajaran menurut Kemp & Dayton (1985) dalam Azhar (2007:19) dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu: 1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberikan instruksi. Ditinjau dari fitur yang dimiliki, Instagram bisa dikatakan dapat memenuhi tiga fungsi utama tersebut. Tentu tidak semua fitur di Instagram cocok untuk pembelajaran. Setidaknya ada 4 jenis konten pembelajaran yang bisa didukung oleh sejumlah fitur Instagram, yaitu:

  1. Infografis

Rangkuman pembelajaran dalam bentuk infografis dengan font yang eye-catching, warna warni ceria atau tambahan karakter yang lucu dan unik  tentu akan lebih menarik bagi peserta didik.

  1. Live Streaming

Ingin melaksanakan pembelajaran secara langsung? Manfaatkan fitur IG Live. Tidak seperti di ruang kelas tradisional memang, tapi peserta didik tetapbisa melihat wajah guru tercinta, bertanya sepuasnya di kolom komentar, dan mendapat umpan balik secara langsung.

  1. Video pembelajaran

Selain mengunggah video singkat berdurasi 60 detik, pendidik juga dapat mengunggah video pembelajaran dengan durasi yang lebih panjang dalam IG TV. Agar pembelajaran tetap menyenangkan, unggah video yang menarik, tidak melulu berceramah tapi tetap dapat menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik.

  1. Q&A

Tidak hanya materi pembelajaran, sesi tanya jawab alias Q&A pun bisa menjadi konten yang menarik di Instagram. Posting kuis melalui IG story adalah salah satunya.

 

Keberadaan media sosial sebagai salah satu bagian tidak terpisahkan dari ritme hidup kaum kekinian hendaknya menjadi suatu kesempatan yang bisa dimanfaatkan oleh pendidik. Tidak melulu negatif, media sosial pun bisa menjelma sebagai powerful tooldalam proses pembelajaran. Namun, tentu tetap harus memperhatikan kesiapan sistem pendukung yang diperlukan. Selain ketersediaan gawai (ponsel pintar/laptop)yang mumpuni, aksesibilitas internet yang memadai juga menjadi syarat mutlak. Selain itu, kontrol dan pengawasan yang lemah terhadap siswa ketika proses pembelajaran berlangsung juga merupakan alarm bagi pendidik yang ingin memanfaatkan platform ini. Namun sekali lagi dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pembelajaran melalui Instagram layak untuk dicoba terutama bagi mereka yang menyukai tantangan. Selamat mencoba!

 

Referensi:

Arsyad, A. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Malik, D. (2019). Social Media Power Show: Instagram Tops the Engagement Chart. Diakses pada 24 Maret 2021, dari https://www.digitalinformationworld.com/2019/02/the-breakdown-of-most-engaged-accounts-on-twitter-facebook-instagram.html

Horton, W. (2012). E-Learning by Design (2nd ed). US: Pfeiffer.

Mansor, N., & Rahim, N. A. (2017). Instagram in ESL Classroom. Man in India, 97(20),

107–114.

Rubiyati, Asrori, M., & Wicaksono, L. (2018). Pengaruh Pemanfaatan Media Sosial Instagram terhadap Kreativitas Belajar pada Remaja Kelas VII. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 7(5).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *